Banker dan Programmer

Posted on: 12 Juni, 2020 Author: Andreas_paw Category: ceritaku, opini
Photo

Apakah saya seorang Programmer atau saya seorang Banker?

Ketika saya kuliah saya ambil jurusan Information Technology dan menjadi seorang programmer. 4 tahun lamanya saya habiskan waktu berada didepan laptop dari pagi hingga malam lanjut lagi ke pagi hanya untuk ngotak ngatik script code yang bisa bikin pusing bagi hampir setiap orang (yang tidak mencintai dunia koding). Namun bagi saya itulah dunia saya, itu seperti sebuah game buat saya, game favorite yang rela saya mainkan berjam jam sampai lupa waktu tidur dan makan. 

Misalkan kalau lagi main game dan kita berhasil mengalahkan musuh maka senang banget rasanya, ada kepuasan sendiri dari diri sendiri, apalagi kita berhasil lanjut ke level berikutnya atau kita berada di posisi top rank se-global, maka saya yakin pasti kita senyum senyum sendiri karena kebanggaan itu.

Begitu juga dengan dunia koding, kalau kita berhasil membuat 1 projek dan berhasil di compile tanpa ada kendala, maka terdapat kepuasan yang luar biasa yang kita peroleh, perjuangan kita selama ini tidak sia sia untuk habiskan waktu berjam-jam sampai mengorbankan waktu tidur plus makan hingga akhirnya semua terbayarkan meskipun tampilannya hanya sederhana dari projek yang dibuat namun proses pembuatan untuk menghasilkan 1 proyek tersebut sangat rumit. 

4 Tahun Kuliah Programmer sekaligus saya juga sangat berambisi untuk jadi programmer, semua lomba yang berkaitan tentang IT selalu saya ikuti hingga saya mendapatkan juara 1 seNasional bersama tim saya meskipun perlombaan yang saya ikuti bukan bagian dari programmer tapi hanya perancangan sekaligus menggunakan konsep perekonomian. Walaupun saya bukan jurusan IPS tapi kalau dasar perekonomian, konsep marketing, dan strategi keuangan saya memahaminya meskipun tidak terlalu mahir.

Pilih Banker atau Programmer?

Namun setelah saya mendapatkan gelar sarjana, pekerjaan saya bukanlah sebagai programmer melainkan sebagai banker. Seorang banker yang melakukan pemeriksaan jurnal, seorang banker yang menganalisa data, seorang banker yang sangat jauh dari kata seorang programmer. Namun kecintaan saya sebagai programmer tidak sirna. Saya banker namun saya juga programmer, saya programmer namun saya juga banker, banker dan programmer merupakan satu kesatuan yang tak terlepas dari jiwa saya, tidak bisa hilang dari diri saya. Saya juga masih dikatakan sebagai programmer namun saya juga dapat dikatakan seorang banker. 

Dengan ilmu yang saya miliki sebagai programmer sangat membantu hidup saya, contohnya web yang saat ini kalian baca merupakan hasil kemampuan yang saya dapatkan. Jika dibayangkan saya harus membayar jasa orang untuk membuat web seperti ini pasti saya harus mengeluarkan uang yang cukup banyak. 

Bersyukur saya menjadi programmer
dan berbahagia saya menjadi banker
Pekerjaan sebagai banker saat ini dan skill saya tentang programmer
membuatku bangga, karena dua duanya merupakan pekerjaan yang membantu orang-orang sekitar.

Tidak ada yang tau kedepannya, saya bakal jadi apa lagi?
Apakah saya harus fokus menjadi full programmer?
Atau saya harus fokus ke banker dan meninggalkan dunia program?

Nobody knows about this, except God
Tapi saya harap, pekerjaan saya kedepannya berguna buat kehidupan saya dan orang sekitar saya.
 

5 Komentar

Putri

on 2020-06-17 10:32:34

Gw mengalami kedilemaan antara harus resign atau tetap dikantor yang lama, sedangkan kantor yang lama membuatku tidak betah. What should i do?

Reply

Felix

on 2020-06-17 17:09:43

Kalau sarapan saya sih keluar aja, jangan takut untuk resifn, kalau udah ga nyaman jangan berusaha dibetah betahin krna itu akan berefek ke karir km

Rona

on 2020-07-18 00:35:59

Bagus. Saya juga bernasib sama

Reply

renzi

on 2020-09-10 22:32:47

Aku pengen resign

Reply

bambu

on 2020-09-10 22:34:09

aku membingungkan

Reply

Konten Lainnya