Pembully yang Tidak Menyadari Dirinya Pembully

Posted on: 13 Juni, 2020 Author: Andreas_paw Category: opini, ceritaku
Photo

Banyak para pembully yang merasa bahwa mereka tidak membully dan mereka bukan pembully, hanya bercanda, gitu aja sensi, atau malah menganggap omongannya cuma biasa aja, padahal itu sangat berefek buat korban yang di omongin, mental jadi down, perasaan jadi insecure dan ga percaya sama diri sendiri.

Kalian pernah mikir gak, kalau ada 1 orang yang berhasil kalian bully, itu efeknya akan berlangsung lama ke kondisi psikisnya, ingatan itu tidak akan pernah hilang dalam hidupnya. Berpikirlah sekali lagi kalau mau ngebully, mungkin bagi kita itu hanya biasa aja, tapi bagi orang yang kita bully itu menyakitkan, karena tidak semua orang punya mental kuat, dan tahan banting. 

Jangan Jadi Mental Pembully Jika Tak Ingin di Bully

Sekarang mari tanya pada diri sendiri, apa kita mau dibully?
Jika tidak, marilah berpikir sebelum berucap.
Marilah mengucapkan kata" yang sejuk didengar daripada kata penghujatan yang sakit untuk dirasakan.
Pembully gak lebih dari sekedar sampah, sampah yang gak berguna yang tujuanya hanya jadi perusak orang-orang yang ada disekitar kalian.

Dulu pembully jarang terekspose ke berita, sekarang seiring perkembangan teknologi yang berkembat pesat maka sering kita dengar berita tentang pembullyan. Sering kita dengar berita tentang pembullyan apalagi di media sosial, tidak perlu terlalu jauh kita mencari korbannya, yang paling dekat dan yang paling sering kita dengar adalah kekeyi. Banyak yang berkomentar negatif di post instagram kekeyi, menurut saya itu salah satu pembullyan terhadap dirinya lewat sosial media. Jika kita lihat komentar-komentar warganet di setiap post instagramnya, gak sedikit kita lihat komentar yang penuh hujatan, padahal mereka yang berkomentar negatif tidak lebih sempurna dari objek yang mereka bully. Kita gatau seberapa kuatnya mental / psikis setiap orang, ada yang kuat dan ada yang lemah bahkan tidak sedikit mereka yang dibully memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Beberapa yang saya tau tentang teman teman yang mengakhiri hidupnya karena dibully yaitu:

1. Sulli
2. Goo Haara

Dari info yang saya dapat bahwa mereka memilih mengakhiri hidupnya karena mereka dibully oleh netizen.

Sebenarnya apa sih untungnya ngebully?
Kepuasan pribadi? 
Bangga dan bisa tertawa setelah membully orang?
Bersyukur lihat orang yang kita bully menjadi mental down?

Hentikan Pembullyan Sekarang

Masalah depresi jangan pernah dianggap enteng. Apa kita pernah mikir setiap orang yang kita bully maka hidup mereka kedepannya baik-baik aja? Apa pernah kita berpikir sebaliknya kalau setiap orang yang kita bully malah menjadi depresi, setelah depresi lalu muncul niat untuk bunuh diri. Yang harus kalian tau, bunuh diri itu bukan suatu hal yg bisa kita cemooh, karena banyak tuh setiap kasus bunuh diri selalu ada yang cemooh, memberikan komentar negatif, banyak yang bilang "Kurang Iman", "Kurang berdoa", "Kurang Pergaulan", dan masih banyak lagi ribuan kata negatif yang dilontarkan. Padahal kita tidak tau apa yang dirasakan mereka hingga memutuskan hinggga sampai ke tahap akhir yaitu bunuh diri.

Tolong kalau kita tidak punya masalah emosional yg sama, jangan asal ngomong. saya punya teman dulu pas remaja karena terlalu banyak masalah dalam hidupnya dia juga pernah terpikir untuk bunuh diri, orang-orang yang ada di sekitarnya itu bikin kecewa semua padahal dia udah berusaha menjadi anak yg baik, teman yg ramah tapi malah disia siakan dan tidak dihargai. ini masalah kita semua, bukan hanya masalah orang yg emosinya sedang down. Biasanya orang down itu karena ada sebab yg membuat mereka sedih atau tidak bersemangat, jadi setiap orang yang down jangan ditindas lagi tapi diberi semangat dan pengharapan.

Dari semua tulisan diatas, saya mau mengajak kita semua untuk punya hati nurani, punya perasaan dan jaga ucapan kita ke orang orang sekitar kita, jangan jadi mental pembully. Berkaca ke diri sendiri apa kita pernah ngebully, kalau pernah mari ubah diri kita dan jaga ucapan kita supaya apa yang kita keluarkan untuk orang lain damai didengar dan memberi penyemangat bukan sebuah kekecewaan dan kesedihan.

Pesan Buat Saya
Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves di instagram @saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.

7 Komentar

anonim

on 2020-06-16 14:11:33

Tulisan yang bagus, saya jadi teringat dulu pernah dibully juga, tapi sekarang saya sudah bangkit dan semangat, fokus ke tujuan akhir!

Reply

Michael

on 2020-06-16 23:12:33

Saya juga pernah, tapi itu masa lalu saya aja, sekarang saya udah jadi orang berhasil

Andreas Putra Wijaya

on 2020-06-17 17:19:20

Semangat byat kalian yang pernah dibully, saya juga dulu pernah, tapi tidak terlalu parah, dan saya jadikan bullyan itu motivasi saya buat menjadi orang yang berhasil

Rere Anggraini

on 2020-06-19 16:34:55

Sebenernya setelah diingat-ingat aku banyak ngelakuin bullyan verbal secara nggak sengaja juga, kebanyakan sih tujuanku buat candaan dan sarkas aja, tapi kalau dipikir aku pun bakal ngerasa down kalau dikatain serupa.

Reply

Andreas Putra Wijaya

on 2020-06-22 15:41:18

Iya mbak, kebanyakan kita juga begitu dan saya juga pernah ngelakuinnya, tapi sekarang saya mulai memilah kata mana yang harus diucapkan dan kata mana yang tidak harus saya ucapkan. Yang penting tidak menyinggung perasaan org lain

chca

on 2020-06-22 16:42:13

In my view this is such a great article, so easy to be understood and also teach every readers to know how important the health of mental of human being nowadays. Believe or not, Bullying can kill a character or even the confidence of people.

Reply

Andreas Putra Wijaya

on 2020-06-22 16:42:49

Setuju banget dengan pendapat kamu, saya pernah merasakan namanya dibully, itu bisa merusak mental tapi untungnya saya bisa mengontrol semua hal yang masuk dalam diri saya. Semua saya sharing menjadi hal positive. Intinya ketika ada yang bully kita, kita harus lebih kuat dari orang yg ngebully kita

Konten Lainnya